Senin, 11 Agustus 2014

Mata...

Saat pandangan kita beradu satu.
Diri ini seperti diam membatu.
Seperti bongkah es yang kaku membeku.
Hanya dapat menatap dan terdiam membisu.
*ice cream yang dia makan saja tak terasa dingin* *true story of Sblue*

Mentari

Dia datang diiringi mentari dan belaian sejuk angin semilir.
Mengenalnya dengan begitu hangat.
Dan saat dia beranjak pergi.
Mentari pun seperti enggan menampakan diri.
*true story of Sblue*

Hampa...

Saat terik pertanda keceriaan, kehangatan, dan kebersamaan.
Saat hujan pertanda kelembutan, kedekatan, dan romantisme.
Dan saat melalui semuanya.
Kita hanya berdiri seorang diri. 
Yang tersisa hanya kehampaan abadi.

Jika cinta...

Jika cinta tak memiliki cinta, apa yang akan terjadi?
Bila sayang namun tak dapat menyayangi, akan menjadi apa?
Dan bila kasih tak dapat mengasihi, apa yang akan terjadi?
Namun jika goresan pada hati tanpa benci.
Akan menjadi cinta, sayang, dan kasih yang tulus dan abadi.

Hujan

Bagaikan hujan dikala malam.
Bersama mu begitu menyejukan.
Dan dalam keramaianpun kamu begitu mendamaikan.
Dengan menatap mu.
Aku mendapat cerahnya kehidupan.
Saat aku menyentuh seluruhnya kamu.
Aku merasa akan kehangatan. 

Cerita senja

Saat senja mulai beranjak.
Saat kesunyian akan menemani.
Saat gundah mengganggu pikiran dan kalbu.
Saat jantung tak dapat bekerja dengan semestinya.
Saat rindu yang tak dapat terucap sempurna.
Dan pada saat itulah rasa sesak akan menyeruak dan meleburkan jiwa.
Saat jiwa dan ragu mencari keberadaan mu.
Saat mata dan telinga yang selalu terjaga pada mu.
Dan saat raga tak lagi sanggup untuk rasa yang tersiksa.
Ingin ku ucap sebuah kepastian.
Namun aku terlalu lemah akan kebenaran.
Dia yang selalu memenuhi semesta.

Selasa, 01 Mei 2012

Perkembangan neraca pembayaran indonesia


Perkembangan  Neraca Pembayaran Indonesia

Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada Tw. III-2011mengalami defisit sebesar USD4,0miliar, terutama akibat tekanan pada transaksi modal dan finansial yang mengalami defisit sekitar USD3,4 miliar yang jauh lebih besar dibandingkan surplus transaksi berjalan (USD0,2 miliar). Di tengah ketidakpastian yang tinggi atas penyelesaian krisis utang di Eropa yang menyebabkan perlambatan ekonomi di kawasan tersebut dan juga perlambatan ekonomi AS, kinerja neraca perdagangan barang masih mencatat surplus. Bersama dengan surplus pada transfer berjalan, surplus tersebut mampu melebihi defisit yang terjadi pada neraca pendapatan dan neraca jasa, sehingga transaksi berjalan tetap surplus. Di sisi lain, dampak dari kondisi di Eropa dan AS menyebabkan arus keluar modal investasi portofolio mengalir deras, terutama pada komponen saham dan Surat Utang Negara. Kendatipun demikian, level arus masuk modal langsung yang cukup tinggi mampu menahan laju penurunan kinerja transaksi modal dan finansial menjadi tidak terlalu dalam.
Beberapa faktor yang mempengaruhi perkembangan Neraca Pembayaran Indonesia selama Tw. III-2011, antara lain: Diversifikasi mitra dagang Indonesia mendorong kinerja ekspor di triwulan laporan tetap kuat kendati laju harga komoditas utama ekspor melambat;
ü  Pertumbuhan ekonomi Tw. III-2011 cukup tinggi mencapai 6,5%, didukung oleh pertumbuhan konsumsi rumah tangga dan investasi yang masing-masing tumbuh sebesar 4,8% dan 7,1%. Perkembangan permintaan domestik ini mendorong akselerasi pertumbuhan impor nonmigas;
ü  Produksi minyak yang meningkat dan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) yang sedikit menurun menyebabkan defisit neraca perdagangan minyak mengecil;
ü  Gejolak di pasar keuangan global akibat ketidakpastian penyelesaian krisis sovereign debt di kawasan Eropa dan memburuknya perekonomian Amerika Serikat berimbas pada perkembangan pasar finansial di emerging markets, termasuk Indonesia. Derasnya arus keluar modal asing, terutama pada Agustus-September 2011, dari pasar saham domestik dan Surat Utang Negara (SUN) serta besarnya Sertifikat Bank Indonesia (SBI) milik asing yang jatuh tempo menyebabkan tekanan defisit pada transaksi modal dan finansial.




Dalam hal ini penulis akan mengambil permasalahan yaitu dalam neraca perdagangan migas, non migas dan ekspor barang.
Dalam neraca perdagangan migas telah terjadi surplus neraca padaperdagangan di  bidang gas sebesar 9%, akan tetapi terjadi defisit pada neraca perdagangan minyak telah berkurang dikarenakan telah terjadi kenaikan produksi minyak, sementara impor minyak berkurang dikarenakan penurunan harga minyak dunia. Dengan melihat perkiembangan ini neraca perdagangan pada sektor migas pada triwulan mengalami surplus USD 416 juta dibanding dengan hasil triwulan sebelumnya yang menderita defisit USD 914 juta.



Dalam neraca perdagangan nonmigas mengalami penurunan dibanding dengan periode sebelumnya, dikarenakan ekspor nonmigas tumbuh lebih rendah dibanding impor non migas. Hal tersebut sejalan dengan permintaan domestik yang tetap tinggi, sementara permintaan oleh pihak eksternal mengalami perlambatan. Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, ekspor nonmigas masih tumbuh lebih tinggi dibanding impor nonmigas, yaitu seberar 29,5% dan 27,3%.



Sedangkan dalam neraca perdagangan ekspor barang pada Tw. III-2011 tercatat sebesar USD52,8 miliar atau naik 1,8% dari triwulansebelumnya sebesar USD51,8 miliar. Berdasarkan sektoral, pertumbuhan ekspor barang ini didukung oleh pertumbuhan ekspor produk pertambangan yang meningkat 11,6% (q.t.q). Namun pertumbuhan negatif dari sektor pertanian dan manufaktur, masing-masing sebesar -7,1% (q.t.q) dan -2,3% (q.t.q), menghambat pertumbuhan ekspor barang lebih lanjut. Kontribusi terbesar ekspor barang tersebut adalah dari sektor manufaktur (62,9%) dan produk pertambangan (32,9%). 
Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, ekspor barang Tw. III-2011 tumbuh 32,8% (y.o.y), lebih lambat dari pertumbuhan Tw. II-2011 sebesar 38,3% (y.o.y). Perlambatan pertumbuhan ini terutama disebabkan oleh pertumbuhan negatif dari ekspor produk pertanian sebesar -13,2% (y.o.y) dan perlambatan ekspor produk manufaktur (28,6%, y.o.y), sedangkan ekspor produk pertambangan tumbuh lebih tinggi (44,0%, y.o.y) dibanding triwulan sebelumnya (40,0%, y.o.y).